Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Wisata Kuliner Di Wilayah Kota Depok Menggunakan Metode Simple Additive Weighting (SAW)

research
  • 29 Apr
  • 2020

Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Wisata Kuliner Di Wilayah Kota Depok Menggunakan Metode Simple Additive Weighting (SAW)

Wilayah  kota  Depok  merupakan  kota  yang  berkembang  dari berbagai  sektor.  Salah  satunya adalah  sektor  wisata  kuliner.  Wisata  kuliner  diwilayah  kota  Depok  berkembang  cukup  pesat.  Banyak tempat -tempat yang menjual berbagai jenis makanan, dari kaki lima sampai tempat modern. Banyaknya wisata  kuliner  di  wilayah  kota  Depok  menjadi  masalah  tersendiri  dalam  menentukan  lokasi  yang  tepat untuk berkuliner. Dari banyaknya wisata kuliner,maka dibutuhkan suatu sistem pengambilan keputusan yang  dapat  membantu  menentukannya.  Dengan  Simple  Additive  Weighting  (SAW)  menjadi  sistem pengambilan  keputusan  pada  permasalahan  ini.  Proses SAW dengan  melakukan  pencarian  jumlah terbobot  dari  kinerja  hasil  proses  penghitungan pada tiap alternatif.  Kelebihan SAW menjadi  pemecah permasalahan pemilihan wisata kuliner. Kriteria yang digunakan antara lain Lokasi, Harga, Transportasi, Jarak, Fasilitas, Parkir, Variasi Menu,dan Waktu Operasional. Alternatif lokasinya antara lain Pondok Laras,  Mang  Engking,  Saung  Talaga,  Mang  Kabayan,  Warung  SS  Spesial,  Daebak  Fan  Cafe,  Soto  Bu Tjondro,  Warung  Pasta  Depok,  Ayam  Bakar  Christina,  Café  Hello  Bingsu,dan  What’s  Up.  Hasil  dari penghitungan metode SAW diperoleh rekomendasi wisata kuliner diwilayah Depok adalah Warung Pasta Depok dengan nilai 0,93.

Unduhan

 

REFERENSI

[1]    F. D. Sawel, A. A. E. Sinsuw, and M. D. Putro, “Sistem Pendukung Keputusan Rekomendasi Makanan Khas Sulawesi Utara yang Menunjang Diet,” J. Tek. Inform., vol. 9, no. 1, 2016.

[2]    Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 99 Tahun 1998. Indonesia, 1998.

[3]    E. Besra, “Potensi Wisata Kuliner Dalam Mendukung Pariwisata Di Kota Padang,” J. Ris. Akunt. dan Bisnis, vol. 12, pp. 74–101, 2012.

[4]    A. Indarwasti, B. S. A, and P. G. Kodu, “Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Tempat Kuliner di Depok dengan TOPSIS,” Multinetics, vol. 3, no. 1, p. 27, 2017.

[5]    M. G. Resmi and D. Irmayanti, “Metode Simple Additive Weighting Dalam Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Tempat Kuliner Di Kabupaten Purwakarta,” PIKSEL  Penelit. Ilmu Komput. Sist. Embed. Log., vol. 7, no. 1, pp. 23–32, 2019.

[6]    W. Supriyanti, “Rancang Bangun Aplikasi Sistem Pendukung Keputusan Penerima Beasiswa dengan Metode SAW,” Creat. Inf. Technol. J., vol. 1, no. 1, p. 67, 2015.

[7]    H. Jayawardana, “Pemilihan Rumah Makan di Kota Merauke Berbasis Sample Additive Weighting (SAW),” vol. 01, no. 02, pp. 47–50, 2019.

[8]    N. D. Saksono, Y. A. Sari, and R. K. Dewi, “Rekomendasi Lokasi Wisata Kuliner Menggunakan Metode K-Means Clustering Dan Simple Additive Weighting,” J. Pengemb. Teknol. Inf. dan Ilmu Komput. Univ. Brawijaya, vol. 2, no. 10, pp. 3835–3842, 2018.

[9]    A. Hidayat, M. Muslihudin, and I. T. Utami, “Sistem Pendukung Keputusan Menentukan Lokasi Cafe Baru Suncafe Sebagai Destinasi Wisata Kuliner Di Kabupaten Pringsewu Menggunakan Metode Simple Additive Weighting (SAW),” J. TAM ( Technol. Accept. Model ), vol. 6, no. 1, pp. 71–79, 2016.

[10]  S. Sunarti, “Perbandingan Metode TOPSIS dan SAW Untuk Pemilihan Rumah Tinggal,” J. Inf. Syst., vol. 3, no. 1, pp. 69–79, 2018.

[11]  D. Nofriansyah, Konsep Data Mining Vs Sistem Pendukung Keputusan. Yogyakarta: Deepublish, 2015.

[12]  Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif. 2016.