Pengambilan keputusan memainkan peranan penting dalam proses diagnosis penyakit yang membutuhkan tingkat analisis tinggi dan pengalaman matang dari tenaga kesehatan medis. Pemanfaatan kecerdasan buatan pada sistem berbasis komputer, dapat menjadi alternatif pemecahan masalah bagi pelaku pengambil keputusan untuk membuat interpretasi dari manifestasi klinis yang muncul, maupun terhadap berbagai kemunculan kondisi yang tidak terstruktur dalam upaya menegakkan diagnosis suatu penyakit. Aplikasi sistem pendukung keputusan ini menggunakan beberapa pendekatan yang diambil melalui kombinasi basis pengetahuan dan mesin inferensi yang ditanamkan pada program, memungkinkan komputer dapat melakukan penalaran terhadap berbagai fakta-fakta yang tidak terstruktur dan membuat perbandingan sebagai alternatif dalam proses pengambilan keputusan. Aplikasi ini dirancang dengan menggunakan Metode Certainty Factor pada diagnosis penyakit balita yang dapat menanggulangi kemunculan ketidaklengkapan fakta-fakta yang tidak terstruktur. Selain itu, penerapan metode Certainty Factor pada basis aturan yang digunakan dapat menghasilkan informasi berupa derajat kepercayaan terhadap diagnosis suatu penyakit
Publikasi Paper
Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (2008). Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2007, pp. 280, https://www.k4health.org/sites/default/files/laporanNa sional%20Riskesdas%202007.pdf.
Kusrini. (2006). Sistem Pakar, Teori dan Aplikasi. Yogyakarta: C.V. Andi Offset, pp. 13.
Kusrini. (2008). Aplikasi Sistem Pakar Menentukan Faktor Kepastian Pengguna Dengan Menggunakan Metode Kuantifikasi Pertanyaan. Yogyakarta: C.V. Andi Offset, pp. 15-18.
Pressman, R.S. (2010). Software Engineering: A Practitioner’s Approach, Seventh Edition. McGrawHill Science.
Turban, E., J.E. Aronson, dan T.P. Liang. (2005). Decision Support System And Intelligent System 7th Edition, pp. 538-549.