Pemakaman sebagai kebutuhan individu karena pada hakikatnya adalah makhluk yang bernyawa akan mati dan dikuburkan didalam tanah. Jumlah penduduk di Indonesia sangatlah banyak maka tanah yang dibutuhkan harus sesuai luasnya dengan yang akan digunakan untuk tempat pemakaman. Dengan perkembangan teknologi informasi membuat para pencari informasi dengan mudah dapat melakukan pengaksesan terhadap data atau informasi yang diinginkan. Dengan dibantu adanya dukungan teknologi komputer terbukti bahwa mekanisme kerja menjadi lebih efektif dan efisien. Komputer memang memegang peran penting dalam menunjan gkelancaran aktifitas pekerjaan, cara pengaturan data dan informasi pun dapat disampaikan kepada pihak yang membutuhkan. Penggunaan sistem basis data jugamendukung kinerja banyak instansi. SistemPembayaran Pendaftaran dan Pemeliharaan di Tanah Wakaf Pemakaman Umat Islam Keramat Beji Kota Depok masih manual. Dimana segala prosesnya mulai dari pendaftaran, pencatatan, pengolahan, penyimpanan serta laporan pembayaran masih dilakukan pengarsipan untuk data pembayaran pun menjadi mudah hilang. Sehingga dalam pembuatan laporannya membutuhkan waktu yang lama.
Lembah Hasil Penilaian Jurnal Wakaf
Ade Hendini. 2016. Pemodelan UML Sistem Informasi Monitoring Penjualan dan Stok Barang, IV(2), 107–116.
Agus Tedyyana Rezki Kurniati. 2016. Membuat Web Server Menggunakan Dinamic Domain. Jurnal Teknologi Informasi & Komunikasi Digital Zone, 7, 1–10.
Cahyaningtyas, R., & Iriyani, S. (2015). Perancangan Sistem Informasi Perpustakaan Pada Smp Negri 3 Tulakan, kecamatan Tulakan Kabupaten Pacitan. Indonesia Journal On Networking and Security, 4(2), 15–20.
Frieyadie, F., & Kristiana, T. (2016). Rancang Bangun Sistem Informasi Administrasi Tempat Pemakaman Umum (Tpu). Konferensi Nasional Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi, 2(1), 63–INF.68.
Kadek Wibowo. (2015). JURNAL KHATULISTIWA INFORMATIKA, 3(2), 151– 159.
Rosa A.S, & Shalahuddin, M. (2014). Activity Diagram. In Rekayasa Perangkat Lunak (p. 161). Puspitasari, D. (2016). Sistem informasi perpustakaan sekolah berbasis web, (2), 227– 240.