Kepribadian merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap keberhasilan seorang guru
sebagai pengembang sumber daya manusia. Hal ini dikarenakan seorang guru merupakan
panutan dan uswatun hasanah bagi peserta didiknya, sehingga dalam mengembangkan sumber
daya manusia/peserta didik dimulai dengan contoh dalam pribadi pendidik itu sendiri. Ada
beberapa karakteristik yang harus dimiliki guru dalam mengelola iklim psikososial kelas yang
efektif bagi kelangsungan proses pembelajaran. Sistem Pendukung Keputusan merupakan
penggabungan sumber-sumber kecerdasan individu dengan kemampuan komponen untuk
memperbaiki kualitas keputusan. Kegiatan pengambilan keputusan diawali dengan tahap
identifikasi masalah dan pendefinisian masalah. Dilanjutkan dengan fase perancangan dan
pemodelan berbagai alternatif solusi, dan akhirnya penetapan solusi yang akan
diimplementasikan.Metode Analytical Hierarcy Process (AHP) bersifat multi criteria karena
menggunakan banyak criteria dalam penyusunan suatu prioritas sistem pendukung keputusan.
Disamping sifatnya yang multi criteria, metode AHP juga didasarkan pada suatu proses yang
logis dan terstruktur, karena penyusunan prioritasnya dilakukan dengan menggunakan prosedur
yang logis dan terstruktur. Hasil penelitian tentang kriteria pemilihan guru favorit dengan
menerapkan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) ini menyatakan bahwa Urutan
kepentingan pertama dalam goal adalah sikap, kedua cara mengajar, dan ketiga adalah
penampilan.
Lembar Peer Review
Harjali. (2019). Penataan Lingkungan Belajar
Strategi Untuk Guru dan Sekolah. Seribu
Bintang.
Hutapea, B. J., Hasmi, M. A., & Karim, A.
(2018). Sistem Pendukung Keputusan
Penentuan Jenis Kulit Terbaik Untuk
Pembuatan Sepatu Dengan
Menggunakan Metode Vikor.
JURIKOM(Jurnal Riset Komputer), 5(1),
6–12.
Ma’arif, M. A. (2016). Pendidikan Islam dan
Tantangan Modernitas (Input, Proses
dan Output Pendidikan di Madrasah).
1(2), 47–58.
Ma’rif, M. A. (2017). Analisis Konsep
Kompetensi Kepribadian Guru PAI
menurut Az-Zarnuji. 2, 36.
Madya, W. A. (2017). Guru Profesional. XVII,
274–285.
Maya, R. (2018). Esensi Guru Dalam Visi-Misi
Pendidikan Karakter. 1–16.
Padmowati, R. de L. E. (2015). Pengukuran
Index Konsistensi Dalam Proses
Pengambilan Keputusan. Seminar
Nasional Informatika, (semnasIF), 80–
84.
https://doi.org/10.1038/labinvest.2009.1
9
Rifai, A., Dian, S., & Alimi, M. Y. (2017).
Pembentukan Karakter Nasionalisme
melalui Pembelajaran Pendidikan
Aswaja pada Siswa Madrasah Aliyah Al
Asror Semarang. Journal of Educational
Social Studies, 6(1), 7–19.
Soapatty, L. (2014). Pengaruh Sistem Sekolah
Sehari Penuh (Full Day School)
Terhadap Prestasi Akademik Siswa SPM
Jati Agung Sidoarjo. 2, 719–733.
Widyasuti, M., Wanto, A., & Dedy Hartama, E.
P. (2017). Rekomendasi Penjualan
Aksesoris Handphone Menggunakan
Metode Analitycal Hierarchy Process
| (AHP). Konferensi Nasional Teknologi Informasi Dan Komputer, 1(1), 27–32. |