SISTEM PENYEWAAN GEDUNG SERBAGUNA DI MASJID AGUNG AL-BARKAH BEKASI

research
  • 20 Mar
  • 2020

SISTEM PENYEWAAN GEDUNG SERBAGUNA DI MASJID AGUNG AL-BARKAH BEKASI

Gedung pertemuan merupakan suatu tempat layanan bagi orang-orang yang ingin menggelar suatacara.  Untumemberikalayanan  yanoptimal  sertmemuaskan,  dibutuhkasuatu kerjasama yang saling kondusif di berbagai bidang. Seiring dengan kemajuan teknologi, maka berbagai perusahaan yang mengelola gedung pertemuan tersebuat membutuhkan suatu sistem yang memudahkan mereka untuk melihat kesiapan gedung yang akan digunakan untuk menggelar suatu acara. Masjid Agung Al-Barkah merupakan sebagai Masjid Pusat Syiar dan Dakwah Islam, dengan visi An-Nashiruth Thagyir (pusat perubahan) bermanfaat guna kepentingan umat islam khususnya di Kota Bekasi. Disamping itu Gedung Serbaguna Al-Barkah, merupakan bangunan Masjid lama yang sudah direnovasi sedemikian rupa yang letaknya sebelah barat Masjid dan untuk memenuhi keinginan dan harapan masyarakat maka Masjid Agung Al-Barkah menyediakan jasa penyewaan gedung untuk berbagai acara. Untuk membuat sistem penyewaan gedung di Masjid Agung Al- Barkah,   Menggunakan  siste Unified   Modelling  Language (UML),   Diagram  UML.   maka Penyajian sistem penyewaan gedung serbaguna dengan cara pemesanan, pembayaran yang masih dilakukan secara manual bisa terdapat resiko kesalahan dalam pencatatan, dalam mengelola penyewaan gedung serbaguna.

Unduhan

 

  • JURNAL.pdf

    Jurnal

    •   diunduh 908x | Ukuran 986,929

REFERENSI

Adi Nugroho. Rekayasa Perangkat Lunak Berbasis Objek dengan Metode. USDP. Jogyakarta. 2016


 

 

Hartono, Bambang. Sistem Informasi Manajemen Berbasis KomputerRineka Cipta. Jakarta. 2016

Jogiyanto. Analisis & Desain Sistem Informasi

: Pendekatan terstruktur teori dan praktik aplikasi bisnis. Andi Offset. Yogyakarta.

2015

Jogiyanto. Metodologi penelitian bisnis. BPFE.

Yogyakarta. 2016

Rosa, Shalahudin. Rekayasa Perangkat Lunak.

Graha ilmu. Yogyakarta. 2016

Suwardjono. Teori Akuntansi : pengungkapan dan saran interpretative. BPFE. Yogyakarta. 2016