Beberapa perusahaan skala kecil dan menengah yang bergerak dibidang pendistribusian produk masih memiliki sistem pendistribusian produk yang sederhana. Beberapa perusahaan distribusi tersebut cenderung menggunakan push distribution system dan pendekatan penjadwalan distribusi yang sederhana. Dalam push distribution system, keputusan untuk melakukan resupply (pemesanan ulang) berada di tangan retailer sehingga perusahaan distribusi harus benarbenar proaktif dalam melakukan penawaran produk mereka kepada retailer. Sedangkan dalam pendekatan penjadwalan distribusi yang sederhana, perusahaan distribusi cenderung mengelompokkan retailer ke dalam sejumlah cluster (kelompok) berdasarkan kedekatan geografis dengan asumsi bahwa setiap retailer dalam satu cluster memiliki waktu siklus resupply yang sama. Akibatnya, perusahaan distribusi cenderung tidak dapat menjaga service level tetap tinggi untuk dapat melayani sejumlah retailer yang diperkirakan telah stock out. Permasalahan tersebut lebih dikenal dengan istilah Inventory Routing Problem (IRP). Penelitian ini mengembangkan suatu Sistem Pendukung Keputusan (Decision Support Systems/DSS) berbasis simulasi yang dibutuhkan untuk mendukung pemecahan permasalahan IRP yang akan memberikan solusi feasible suboptimal yang dapat dijadikan dasar pembuatan keputusan mengenai kapan distribusi dilakukan? berapa banyak harus didistribusikan? dan melalui rute yang mana? Tujuan dari pengambilan keputusan tersebut adalah untuk meminimasi biaya distribusi rata-rata selama horizon waktu perencanaan tanpa menyebabkan persediaan pada retailer stock out atau menjaga service level tetap tinggi.
Peer Review: Rancangan Sistem Pendukung Keputusan Distribusi Produk pada Perusahaan Skala Kecil dan Menengah
Paper: Rancangan Sistem Pendukung Keputusan Distribusi Produk pada Perusahaan Skala Kecil dan Menengah
[1] Turban, Efraim, Jay E. Aronson, and TingPeng Liang. 2005. Decision Support Systems and Intelligent Systems. Yogyakarta : ANDI.
[2] Law, A. and Kelton, W.D. 1991. Simulation Modeling and Analysis. McGraw-Hill, Inc.