Globalisasi dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi
berdampak mencairnya batas sendi-sendi kehidupan manusia dalam banyak
aspek. Salah satu aspek yang paling terdampak adalah kebudayaan.
Masuknya budaya global meretas sekat-sekat budaya lokal. Dalam budaya
global terjadi pencampuran aneka kebudayaan. Budaya hasil pencampuran
tidak bisa lagi disamakan dengan budaya asal. Lahirnya model-model
kebudayaan baru kadang-kadang mengejutkan dan sulit difahami. Salah satu
unsur kebudayaan yang penting adalah bahasa. Di era tanpa batas ini
marak digunakan bahasa campuran. Maraknya penggunaan bahasa campuran
bisa dilihat pada budaya populer lirik lagu. Lagu bisa dimaknai sebagai
bentuk media komunikasi sekaligus produk budaya. Sebagai unsur
kebudayaan bahasa mampu merepresentasikan perubahan-perubahan sosial
yang terjadi di tengah-tengah masyarakat penggunanya. Penggunaan bahasa
campuran pada lirik lagu menarik untuk diteliti sebagai pintu masuk
bagi kajian lebih jauh atas dinamika sosial budaya masyarakat.
Pendekatan culture studies dengan perspektif kritis posmodern
menggunakan metode analisis wacana menjadi pisau bedah yang digunakan
untuk mengungkap hal-hal apa yang menjadi latar, motif atau ideologi
penggunaan bahasa campuran dalam lirik lagu. Dari penelitian ini bisa
difahami adanya pergulatan budaya antara budaya “superior” terhadap
budaya inferior. Dominasi dan hegemoni terjadi secara simbolik yang mana
hal tersebut bisa jadi merupakan bahaya laten bagi harmoni dalam
keragaman budaya yang ada.
Lembar Hasil Penilaian
Agustianto, A. (2013). Komunikasi Dalam Dominasi Budaya Teori Kritis Menurut Jurgen
Habermas. Jurnal Ilmu Budaya, 9(2), 75.
Anshori, D. S. (2017). Etnografi Komunikasi : Perspektif Bahasa. PT Rajagrafindo Persada.
Hanif, M. (1970). Studi Media Dan Budaya Populer Dalam Perspektif Modernisme Dan
Postmodernisme. KOMUNIKA: Jurnal Dakwah Dan Komunikasi, 5(2), 235–251.
https://doi.org/10.24090/komunika.v5i2.174
Ida, R. (2014). Metode Penelitian Studi Media dan Kajian Budaya. Prenadamedia Group.
Kriyantono, R. (2014). Teknik Praktis Riset Komunikasi. Kencana Prenadamedia Group.
Littlejohn, S. W. (2018). Teori Komunikasi. Salemba Humanika.
Lubis, A. Y. (2014). Postmoderinsme Teori dan Metode. PT Rajagrafindo Persada.
Nurhadi, Z. (2017). Teori Komunikasi Kontemporer. PT Balebat Dedikasi Prima.
Piliang, Y. A. (2009). Retakan-retakan Kebudayaan: Antara Keterbatasan dan
Ketakberhinggaan. Melintas.
Rakhmawati, Y. (2016). Hibriditas New Media Komunikasi dan Homogenisasi Budaya.
Komunikasi, X.
Ridaryanthi, M. (2014). Bentuk Budaya Populer dan Konstruksi Perilaku Konsumen Studi
Terhadap Remaja. Visi Komunikasi, 01.
Ronda, M. (2018). Tafsir Kontemporer Ilmu Komunikasi: Tinjauan teoritis, Epistemologi,
Aksiologi . Indigo Media.
Sugiyono. (2009). Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif R&D. Alfabetae.
Wibowo, W. (2001). Manajemen Bahasa. Gramedia Pustaka Utama.
Wijana, I. D. P. (2014). Bahasa, Kekuasaan, Dan Resistansinya: Studi Tentang Nama-Nama
Badan Usaha Di Daerah Istimewa Yogyakarta. Humaniora, 26.
Yusuf, A. (2014). Postmodernisme: Teori dan Metode. PT Rajagrafindo Persada.
Yusuf, A. (2016). Pemikiran Kritis Kontemporer: Dari Teori Kritis, Cultural Studies,
Feminisme, Postkolonial Hingga Multikulturalisme. PT Rajagrafindo Persada.