SISTEM PENDUKUNGKEPUTUSANPENENTUAN PENERIMA BANTUAN SISWA MISKIN MENGGUNAKAN SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING

research
  • 13 Mar
  • 2020

SISTEM PENDUKUNGKEPUTUSANPENENTUAN PENERIMA BANTUAN SISWA MISKIN MENGGUNAKAN SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING

Pemerintah Indonesia memberlakukan program wajib belajar 9 tahun yang bertujuan untuk meningkatkan sumber daya manusia. Akan tetapi, program tersebut masih belum bisa terpenuhi mengingat saat ini pendidikan tidak lagi murah. Untuk itu, pemerintah juga memberlakukan program BSM. MTs. Sirojul Athfal merupakan salah satu lembaga pendidikan swasta di Kabupaten Bogor yang menerima program BSM. Dalam menentukan siswa yang layak menerima BSM, pihak madrasah mengalami kesulitan untuk mengambil keputusan. Hal ini disebabkan karena banyaknya siswa yang mengajukan untuk mendapatkan BSM, sedangkan jumlah penerima bantuan yang ditentukan oleh pemerintah sangat terbatas. Selain itu, dalam penilaian dari setiap kriteria masih menggunakan asumsi dan perkiraan dari pihak kepada madrasah. Dari permasalahan tersebut maka dibutuhkan sebuah sistem pendukung keputusan yang dapat membantu pihak madrasah dalam menyeleksi calon penerima BSM. Adapun metode yang digunakan adalah Simple Additive Weighting yang dimulai dari mengidentifikasi masalah dan menentukan tujuan, menentukan kriteria dan alternatif, menentukan bobot hingga diperoleh hasil akhir dan dilanjutkan dengan proses perankingan yang akan menyeleksi alternatif yang sudah diberikan sehingga dapat dihasilkanalternatif siswa terbaik yang layak mendapatkan BSM.

Unduhan

 

REFERENSI

[1] Assrani, D., Huda, N., Sidabutar, R.,
Saputra, I., & Sulaiman, O. K. (2018).
Penentuan Penerima Bantuan Siswa
Miskin Menerapkan Metode Multi
Objective Optimization on The Basis of
Ratio Analysis (MOORA). Jurnal Riset
Komputer (JURIKOM), 5(1), 1 –5.
Retrieved from http://ejurnal.stmikbudidarma.ac.id/index.php/jurikom/article
/view/561
[2] Faisal, & Permana, S. D. H. (2015).
Sistem Penunjang Keputusan Pemilihan
Sekolah Menengah Kejuruan Teknik
Komputer dan Jaringan yang Terfavorit
dengan Menggunakan Multi-Criteria
Decision Making. Jurnal Teknologi
Informasi Dan Ilmu Komputer (JTIIK),
2(1), 11 –19.
[3] Frieyadie. (2016). Penerapan Metode
Simple Additive Weight (SAW) dalam
Sistem Pendukung Keputusan Promosi
Kenaikan Jabatan. Jurnal Pilar Nusa 
Mandiri, XII(1), 37–45.
[4] Irawan, D., & Mafrudhoh, N. (2016).
Analisis Sistem Pendukung Keputusan
untuk Pemberian Keputusan Pembebasan
Biaya Bagi Siswa yang Kurang Mampu
Menggunakan Metode Simple Additive
Weighting (Study Kasus MI Hidayatuul
Mubtadiin Srikaton Adiluwih). Jurnal
TAM (Technology Acceptance Model), 7,
27–37.
[5] Lukman, N., Mauludiyah, W. S., &
Jumadi. (2018). Penentuan Rekomendasi
Penerima Bantuan Siswa Miskin (BSM)
Menggunakan Metode Analytical
Network Process. INSIGHT, 1(1), 42–48.
Retrieved from
http://insight.uinsgd.ac.id/index.php/insig
ht/article/view/22
[6] Maisari, K. D., Andreswari, D., & Efendi,
R. (2017). Implementasi Metode TOPSIS
dengan Pembobotan Entropy untuk
Penentuan Calon Penerima Bantuan Siswa
Miskin (BSM) APBD Kota Bengkulu
(Studi Kasus: SMAN 8 Kota Bengkulu).
Jurnal Rekursif, 5(2), 179–194. Retrieved
from
https://ejournal.unib.ac.id/index.php/rekur
sif/article/view/881
[7] Malau, Y. (2017). Implementasi Metode
Simple Additive Weighting untuk Sistem
Pendukung Keputusan Promosi Kenaikan
Jabatan. Paradigma, 19(1), 38–45.
[8] Nofriansyah, D., & Defit, S. (2017). Multi
Criteria Decision Making (MCDM) pada
Sistem Pendukung Keputusan.
Yogyakarta: Deepublish.
[9] Sari, F. (2018). Metode dalam
Pengambilan Keputusan. Yogyakarta:
Deepublish.