Tuberkulosis (TB) adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis. Tugas pemegang program TB sebagai seorang edukator adalah memberikan informasi, berupa pendidikan kesehatan kepada masyarakat. Faktor motivasi memiliki hubungan langsung dengan kinerja individual pemegang program TB. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Motivasi Pemegang program TB Dalam Memberikan pendidikan Kesehatan Kepada Penderita TBC Paru di puskesmas-puskesmas Kota Tasikmalaya. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan penelitian analitik korelatif dengan pendekatan cross sectional. Penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik total sampling, maka jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 90 orang. Hasil penelitian menunjukkan Pengembangan diri pemegang program TB termasuk positif yaitu 60 orang (66.7%), Tantangan kerja pemegang program TB termasuk positif yaitu 57 orang (63,3%), Kondisi kerja pemegang program TB termasuk positif yaitu 72 orang (80%), Motivasi kerja pemegang program TB termasuk positif yaitu 57 orang (63.3%). Ada hubungan faktor pengembangan diri dengan motivasi dalam memberikan pendidikan kesehatan kepada penderita TBC Paru dengan p-value sebesar 0,015 < α 0,05, ada hubungan tantangan kerja dengan motivasi dalam memberikan pendidikan kesehatan kepada penderita TBC Paru dengan p-value sebesar 0,000 < α 0,05,dan ada hubungan kondisi kerja dengan motivasi dalam memberikan pendidikan kesehatan kepada penderita TBC Paru di puskesmas wilayah Kota Tasikmalaya dengan p-value sebesar 0,028 < α 0,05. Saran bagi puskesmas diharapkan selalu memotivasi pegawai dengan menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan untuk mengembangkan potensi pegawai khususnya pemegang program TB. Selain itu puskesmas juga diharapkan selalu menciptakan kondisi kerja yang kondusif
Peer Review Paper
Alimul, 2009, Riset Keperawatan dan Teknik Penulisan Ilmiah. Edisi pertama. Jakarta: Salemba Medika Anita, Survei Prevalensi Tuberkulosis Tahun 2004, diakses melalui http://www.ukcoalition.org/tb/wom.2007.
Anoraga, Pandji, 2006, Psikologi Kepemimpinan, Jakarta : Penerbit Rineka Cipta.
Arikunto, S., 2009.Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. RinekaCipta. Jakarta. Budiono, 2008. Biostatistik Keperawatan, Rosdakarya Bandung
Bustan, M.N. Pengantar Epidemiologi, Jakarta : Penerbit PT. Rineka Cipta. 2009.
Depkes RI, 2010, Rencana Strategi Nasional Penanggulangan Tuberkulosis 2009-2006, Jakarta.
Depkes RI, Press Relise, Jakarta, April 2009, Rumah Sakit Merupakan Mata Rantai Penting Dalam Penanggulangan TBCC.
Dinas Kesehatan Tasikmalaya, 2019, Profil Kesehatan Kota Tasikmalaya
Dinkes Jabar, 2019, Buku Petunjuk Survei Dasar Tentang Perumahan dan Lingkungannya Serta Penanggulangan Kartu Rumah Bagi Kader Kesehatan Lingkungan. Effendy, 2008, Keperawatan Komunitas, Salmeba Jakarta
Hasibuan, 2006, Manajemen Sumber Daya Non Sekuler. Surakarta, Muhammadiyah University Press. 2006.
Hastono, 2008, Statistik Terapan, Rineka Cipta Jakarta
Khadijah, 2010, Buku Ajar Keperawatan, EGC Jakarta
Machfoedz, 2008, Sosiologi Keperawatan Jakarta
Mansjoer, Arief, Kapita Selekta Kedokteran, Jakarta : Penerbit Media Aesculapius. 2006.
Notoatmodjo, 2009, Metodologi Penelitian Kesehatan, Edisi Revisi
Nurlianti, Wilda, Tuberkulosis Pembunuh Ketiga, Pasien TBC ke Rumah Sakit Paru Cenderung Meningkat. http://www.ukcoalition.org/tb/wom.
Nursalam, 2009, Manajemen Keperawatan, Salemba 4 Jakarta
Sarwono,S, 2008 Sosiologi Kesehatan, Beberapa Konsep Beserta Aplikasinya. Yogyakarta, Penerbit Gajah Mada Univerity Press. 2004;
Siagian, Azwar, 2007.Teori Motivasi dan Aplikasinya. Jakarta : Penerbit Rineka Cipta.
Siregar, 2007. Sumber Daya Manusia, Balai Ilmu Jakarta
Sugiyono, 2009, Metode Penelitian Adminstrasi, Rineka Cipta Jakarta
Sunarto, Manajemen Imbalan. Amus. Yogyakarta.2008.
Tjokronegoro, Ajatmo, Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid II, Jakarta : Penerbit Balai Penerbit FKUI. 2009.