Potret Kelompok Remaja Penggemar Diecast Di Jakarta

research
  • 11 Mar
  • 2020

Potret Kelompok Remaja Penggemar Diecast Di Jakarta

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis alasan mengapa seseorang bergabung dalam kelompok remaja penggemar diecast, untuk menganalisis aktifitas dari kelompok remaja penggemar diecast di Jakarta, untuk menganalisis dampak mengikuti kelompok remaja penggemar diecast. Penelitian ini menggunakan tipe penelitian kualitatif, dengan fokus alasan seseorang bergabung dalam kelompok remaja penggemar diecast Garasi Barokah, aktifitas Garasi Barokah, dampak mengikuti kelompok remaja penggemar diecast Garasi Barokah. Sumber data dalam penelitian ini penulis dapat dari wawancara mendalam dengan para informan. Serta diperkuat dengan studi kepustakaan. Informan dalam penelitian ini adalah anggota kelompok Garasi Barokah yang berjumlah 5 orang dan telah memenuhi kriteria informan yang ditentukan. Adapun informan yang dipilih dalam penelitian ini adalah informan yang mengetahui dan memahami tentang keadaan dan aktifitas kelompok remaja penggemar diecast, lama Informan bergabung, tingkat rutinitas informan, dan tingkat pendidikan informan. Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kualitatif yaitu, reduksi data, penyajian (display) data dan verifikasi data. Hasil yang didapatkan dari penelitian yang penulis lakukan, penulis melihat ada beragam alasan yang melatarbelakangi anggota Garasi Barokah  untuk bergabung kedalam kelompok remaja penggemar diecast. Suatu kebanggan tersendiri yang didapatkan oleh anggota dalam keikutsertaan bergabung dikelompok tersebut, jika seseorang remaja memiliki diecast yang unik dan rare/hot item dengan sendirinya para remaja merasa kesan hunter ataupun kolektor melekat pada diri si pemilik diecast. Aktifitas yang dilakukan Garasi Barokah tidak hanya berkumpul, akan tetapi Garasi Barokah rutin melakukan kegiatan fotografi diecast toys, bakti sosial, hunting bersama, karena itu dampak yang didapat tidak hanya tubuh menjadi sehat karena hunting bareng, rasa sosial para remajapun semakin meningkat karena kegiatan bakti sosial yang rutin dilaksanakan.

Unduhan

 

REFERENSI

Andi Mappiare. (1982). Pembimbing pembaca, Volume 8,Masalah 1-9. P.N. Balai Pustaka, Department P dan K.

 

Baderel Munir. (2001). Dinamika kelompok: penerapannya dalam laboratorium ilmu perilaku. Surabaya: Penerbit Universitas Sriwijaya.

 

Joseph S. Roucek dan Roland L. Warren. (1984). Sosiology An Intoduction.

 

Kamus Besar Bahasa Indonesia. (2018). Potret. Retrieved from https://kbbi.web.id/potret

 

Mayor Polak. (1979). Sosiologi: suatu buku pengantar ringkas. PT Ichtiar Baru.

 

Moleong, L. J. (2006). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

 

Munzalan Mubarakan. (2015). Mainan Diecast: Pengertian, Sejarah Dan Jenis-Jenisnya. Retrieved from https://simomot.com/2015/02/20/mainan-diecast-pengertian-sejarah-dan-jenis-jenisnya/

 

Nasir, M. (1998). Metode Penelitian. Jakarta: PT. Ghalia Indonesia.

 

Nawawi, H. dan M. M. (1994). Penelitian Kualitatif. Jogjakarta: Gadjah Mada University Press.

 

Soerjono Soekanto. (1982). Teori sosiologi tentang pribadi dalam masyarakat. Jakarta: Ghalia Indonesia.

 

Suyono, A. (1985). Kamus Antropologi. Jakarta: Akademika Pressindo.

 

Tim Mitra Guru. (2007). Ilmu Pengetahuan Sosial Sosiologi. Jakarta: Penerbit Erlangga.

 

Usman, H. dan P. S. A. (1995). Metode Penelitian Sosial. Bandung: Bumi Aksara.

 

Wila Huky. (1982). Pengantar Sosiologi. Surabaya: Usaha Nasional.