Sistem komunikasi VoIP pada OMNI Hospital Alam Sutera menggunakan server Elastix 2.5 dengan sistem operasi
Centos 5.11. Elastix 2.5 oleh pihak pengembang sudah dinyatakan End of Life (EoL). Sistem keamanan server
menjadi perhatian serius mengingat server VoIP dapat diakses dari internet. Aplikasi iptables dan fail2ban
merupakan aplikasi yang digunakan untuk membatasi dan menangkal dari pihak yang mencoba menyerang server
VoIP. Salah satu aplikasi yang dapat digunakan sebagai VoIP server yang bersifat open source adalah Aplikasi
Issabel versi 4.0. Proses migrasi dari aplikasi Elastix 2.5 ke Issabel 4.0 dengan cara melakukan backup seluruh
konfigurasi pada aplikasi Elastix 2.5 melalui web browser diantaranya meliputi konfigurasi endpoint, fax, email,
asterisk.. Setelah file backup diunduh kemudian mengunggah file backup ke aplikasi Issabel 4.0 kemudian
menjalankan proses migrasi. Penambahan jalur backup sebagai koneksi failover sangat dibutuhkan karena protokol
komunikasi VoIP antar site OMNI Hospitals Group masih menggunakan satu jalur sehingga ketika ada masalah
pada jalur koneksi maka protokol komunikasi akan berhenti. Tunnel EoIP (Ethernet over Internet Protocol)
merupakan protokol yang digunakan sebagai jalur backup antar site OMNI Hospitals Group.
Pengembangan Sistem VOiP Menggunakan ISSABEL Versi 4.0 dan Tunnel EOiP Pada OMNI Hospital Alam Sutera
Pengembangan Sistem VOiP Menggunakan ISSABEL Versi 4.0 dan Tunnel EOiP Pada OMNI Hospital Alam Sutera
[1] Z. R. Saputra, “Perancangan voip tri box pada amik sigma,” no. November, pp. 8–16,
2017.
[2] A. Azhar and M. Badrul, “ISSN 2597-9922 Penerapan Voice Over Internet Protokol
Untuk Optimalisasi Jaringan Pada Badan Kependudukan Dan,” Prosisko, vol. V, no.
I, pp. 1–17, 2018.
[3] E. Saputra and I. Lestari, “Analisa Dan Perancangan Voice Over Internet Protokol
(VoIP) Menggunakan Teknologi Open Source Pada Pusat Teknologi Informasi Dan
Pangkalan Data UIN SUSKA RIAU,” 2407-0939, vol. 12, no. 1, pp. 106–111, 2014.
[4] H. Khuluq, M. Amin, M. Hariyadi, and E.M. Afif, “Implementasi VoIP (Voice Over
Internet Protocol) Server Berbasis Raspberrry PI Sebagai Media Komunikasi,”
vol. 3, no. 1, pp. 44–47, 2016.
[5] I. Z. Nst, M. Susantok, and M. A. F. R, “Studi Analisis Keamanan Jaringan Voip
PCR,” vol. 4, no. 1, 2015.
[6] M. Risnandar, A. H. Hendrawan, B. A. Prakosha, and A. Goeritno, “Implementasi
Voice Over Internet Protocol ( Voip ) Berbasis Session Initiation Protocol ( Sip )
Berbantuan Briker Versi 1 . 4 Untuk Pengukuran Quality of Services Pada
Jaringan Komputer Di Fakultas Teknik Uika Bogor,” no. November, pp. 1–8, 2016.
[7] H. T. Perdana, R. Munadi, and D. Perdana, “Analisis performansi voip pada vanet
dengan menggunakan codec suara g.711, g.729, dan gsm performance analysis voip
on vanet using g.711, g.729, and gsm voice codecs,” e-Proceeding Eng., vol. 3, no. 3,
pp. 4568–4574, 2016.
[8] M. Hasan, T. Ariefianto, and Istikmal, “Analisa Implementasi VoIP Berbasis SIP
Pada Jaringan Wireless LAN Dengan Kemampuan Auto Authentication Service
Analysis,” e-Proceeding Eng. , vol. 1, no. 1, pp. 470–477, 2014.
[9] L. S. Tanutama, R. A. Poernama, Yansen, and W. Riani, “Performansi Komunikasi
VoIP-SIP dengan GSM Melalui GSM Gateway,” J. Tek. Komput., vol. 18, no. 2,
pp. 100–108, 2008.