Aktivitas beragam, kesibukan yang padat membuat orang ingin refresing menghilangkan penat dari kesibukan rutinitas sehari-harinya. Salah satu caranya adalah berwisata. Menentukan tujuan wista sesuai keinginan tidaklah mudah. Sebelum ketempat tujuan, terlebih dahulu mencari informasi tentang daerah yang akan dikunjungi, kemudian membandingkan dan memilih tempat wisata yang sesuai dengan kriteria. Untuk membantu pengunjung wisata dalam mencari tujuan wisata maka dibutuhkan sistem berbasis komputer. Sistem ini dapat digunakan untuk pengambilan keputusan bagi pengunjung wisata utnuk mencari tujuan wisata. Kriteria-kriteria yang dibutuhkan adalah lokasi, biaya, transportasi, jarak, waktu berkunjung, dan fasilitas. Penelitian ini penulis membandingkan metode Saw dan Topsis, dimana metode tersebut menunjukkan hasil perangkingan tidak selalu sama, dikarenakan terdapat perbedaan algoritma dan perbedaan skala nilai pembobotan. Tujuan dari metode ini untuk membantu pengunjung yang akan berwisata di Jawa Barat dalam memilih tempat wisata yang tepat sesuai dengan keinginannya. Penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan metode Saw, Kode (A3) dengan nilai 0,80 dengan objek wisata taman wisata mekarsari ditetapkan sebagai pilihan utama pada objek wisata di Indonesia. Sedangkan, perhitungan menggunakan metode Topsis pada kode (A5) objek wisata Goa Buniayu untuk pilihan pertama dengan nilai 0,59.
Perbandingan Metode SAW Dan Topsis Dalam Pemilihan Tujuan Wisata Di Jawa Barat
Perbandingan Metode SAW Dan Topsis Dalam Pemilihan Tujuan Wisata Di Jawa Barat
[1] D. Purnamasari, G. Abdillah, and A. Komarudin, “Sistem Pendukung Keputusan Rekomendasi Tempat Wisata Di Jawa Barat Menggunakan Metode Technique For Order Preference By Similarity To Ideal Solution (Topsis),” Prosiding Snatif Ke -4 Tahun 2017, PP. 265–272, 2017.
[2] N. Putu and E. Mahadewi, “Cooking Class Sebagai Paket Wisata,”Jurnal Industri Perjalanan Wisata, vol. 3, no. 1, pp. 29–33, 2015.
[3] Http://www.disparbud.jabarprov.go.id/, “Info Wisata - Web Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat,” 2018. [Online]. Available: http://www.disparbud.jabarprov.go.id/applications/frontend/index.php?mod=objekwisata. [Accessed: 19-Sep-2018].
[4] M. Dȩbski and W. Nasierowski, “Criteria for the Selection of Tourism Destinations by Students from Different Countries,” Foundations Of Management, vol. 9, no. 1, pp. 317– 330, 2017.
[5] R. P, Noviana Eka. Sihwi, Sari Widya. Anggraningsih, “Sistem Penunjang Keputusan Untuk Menentukan Lokasi Usaha Dengan Metode Simple Additive Weighting (Saw),” Jurnal Teknologi dan Informasi is Journal that published by Department of Informatics Sebelas Maret University,vol. 3, no. 1, pp. 41–46, 2014.
[6] R. N. Sari, R. Santoso, and Hasbi Yasin, “Komputasi metode saw dan topsis menggunakan gui matlab untuk pemilihan jenis objek wisata terbaik,” Jurnal Gaussian,vol. 5, pp. 289–298, 2016.
[7] R. E. Putri, “Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Lokasi Mendirikan Usaha Kuliner di Kota Nganjuk Menggunakan Metode Topsis Berbasis Webgis,” Journal of Information and Technology, no.01, December 2016, 2016.
[8] M. A. Mude, “Perbandingan Metode Saw dan Topsis Pada Kasus UMKM,” Jurnal Ilkom, vol. 8, no. 2, pp. 76–81, 2016.
[9] N. Gupta and Y. Singh, “Optimal selection of wind power plant components using technique for order preference by similarity to ideal solution (Topsis),” International Conference on Electrical Power Energy System ( ICEPES) 2016, no. 2, pp. 310–315, 2017.
[10] I. Irvanizam,“Multiple Attribute Decision Making with Simple Additive Weighting Approach for Selecting the Scholarship Recipients at Syiah Kuala University,” International Conference on Electrical Engineering and Informatics (ICELTICs), pp. 245–250, 2017.
[11] Ikmah dan Anik sri widawati Ikhmah, “Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Tempat Wisata,” Seminar Nasional Teknologi Informasi Dan Multimedia 2018,pp. 91–96, 2018.
[12] Fatkhurrochman and D. Astuti, “Analisis perbandingan metode Topsis dan Saw dalam penentuan penerima bantuan pembangunan rumah masyarakat kurang mampu,” Seminar Nasional Teknologi Informasi Dan Multimedia 2018, pp. 67–72, 2018.
[13] R. Ardhi and I. P. Endahuluan, “Komparasi Metode Saw dan Topsis untuk Menentukan Prioritas Perbaikan Jalan,” Jurnal Teknik Elektro, vol. 8, no. 1, pp. 8–11, 2016.
[14] N. Satrio, “Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Lokasi Objek Wisata Di Kabupaten Grobogan Menggunakan Metode Profile Matching,” Skrips Fakultas Ilmu Komputer, 2013.
[15] D. Nofriansyah, Konsep Data Mining Vs Sistem Pendukung Keputusan. Yogyakarta: Deepublish, 2015.
[16] M. N. Febriyati, M. K. Sophan, and R. Yunitarini, “Perbandingan Saw dan Topsis Untuk Open Recruitment Warga Laboratorium Teknik Informatika Di Universitas Trunojoyo Madura,” Jurnal Simantec, vol. 5, no. 3, pp. 133–142, 2016.
[17] Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif. 2016.