Pengolahan data yang dilakukan secara manual bisa saja menyebabkan kesalahan dalam memproses sebuah transaksi. Sistem manual bisa menjadi penghambat produktifitas kerja dan kecepatan dalam mendapatkan informasi penting yang dibutuhkan untuk mengambil sebuah keputusan tertentu. Arsip-arsip yang tidak terdokumentasi dengan baik juga rawan akan hilang dan rusak sehingga tidak bisa digunakan sebagai bahan evaluasi sebuah organisasi. Penerapan sistem informasi yang terkomputerisasi menjawab tantangan untuk memaksimalkan produktiftas kerja, memperolah informasi yang cepat dan akurat serta penyimpanan data yang aman sehingga organisasi akan memperoleh manfaat dari sisi efektifitas dan efisiensi kegiatan operasionalnya. Seiring dengan perkembangan teknologi, diharapkan penyesuaian penerapan sistem yang sebelumnya menggunakan catatan file sebagai dokumen perekam data menjadi sistem terkomputerisasi berbasis desktop yang terhubung dengan database akan menambah manfaat bagi organisasi kedepannya.
File Peer Review
Jurnal
A.S., Rosa dan Shalahudin, M. 2013. Modul Pembelajaran Rekayasa Perangkat Lunak (Terstruktur dan Berorientasi Objek). Bandung: Informatika
Kristanto, Andri. 2008. Perancangan Sistem Informasi dan aplikasinya. Jogjakarta : Gava Media
Rudianto. 2010. Akuntansi Koperasi Edisi Kedua. Jakarta : Erlangga
Sukamto, Rosa, Ariani, Muhammad Shalahudin. 2014. Rekayasa Perangkat Lunak Terstruktur dan Berorientasi Objek. Bandung : Informatika Bandung
Simarmata, Janner & Paryudi, Imam. 2016. Basis Data, Yogyakarta : Andi Offset
Sutanta, Edhy. 2011. Basis Data dalam Tinjauan Konseptual. Yogyakarta: Andi
Thabrani, Suryanto. 2007. Mudah & Cepat Menguasai Visual Basic, Jakarta : Mediakita