Tren penggunaan selebritis menjadi iklan tidak hanya partai politik selama pemilihan, pemilihan presiden juga banyak menggunakan selebritis saat tuas terdengar. Tim sukses pada pemilihan presiden 2014 tampaknya telah memahami dampak penggunaan selebriti sebagai endorser dalam iklan politik dalam upaya menarik suara untuk memenangkan calon presiden dan wakil presiden kliennya. Fenomena ini menarik perhatian penulis untuk meneliti bagaimana peran seorang celebrity endorser dan apa dampaknya terhadap iklan politik dengan studi kasus iklan politik dan calon wakil presiden Jokowi - JK. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif dan paradigma kritis. endorser selebriti politik adalah upaya untuk mendapatkan suara (voting getter) pada tahun 2014 pilpress Jokowi-JK menggunakan strategi politisi endorser selebriti dengan strategi menyampaikan pesan persona politik (vokal, ikon, dan kinestic). Hal itu bisa ditelusuri dari unsur-unsur yang mengiringnya apakah itu berdasarkan legitimasi, popularitas atau karisma. Pemilih suara pada dasarnya merupakan bentuk puncak dari pada pengesahan. Ke depan, penggunaan strategi politisi endorser selebriti perlu diberi batasan dan kondisi yang jelas-jelas merupakan legitimasi terciptanya demokrasi elektoral yang bersih.
J-IKA DAA dan IKM
Angga. (2014). Terburuk Sepanjang Sejarah, Golput Pilpres Capai 56,7Juta. www.harianterbit.com
Retrieved from http://www.harianterbit.com/read/2014/07/23/5622/26/26/Terburuk-Sepanjang-Sejarah-Golput-Pilpres-Capai-567-Juta.
Gaffney, J. (2017). Leadership and the Labour Party Narrative and Performance (1st ed.). UK: Palgrave Macmillan UK. https://doi.org/10.1057/978-1-137-50498-2
Kriyantono, R. (2014). Teknik Praktis Riset Komunikasi Disertai Contoh Praktis Riset Media, Public Relations, Advertsing, Komunikasi Pemasaran. (C. Ke-7, Ed.). Jakarta: Kencana Prenadamedia Group.
Maharani, D. (2014, July 22). Ini Hasil Resmi Rekapitulasi Suara Pilpres 2014. Kompas.com. Retrieved from http://nasional.kompas.com/read/2014/07/22/20574751/Ini.Hasil.Resmi.Rekapitulasi.Suara.Pilpres.2014
McNair, B. (2011). Political Communication - An Introduction to Political Communicaiton. Political Communication. https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004
McQuail, D. (2010). Mass Communication Theory. Mass Communication Theory (6th Editio, Vol. 6th). London: SAGE Publications Ltd. https://doi.org/10.4135/9781446262467
Nurcahyo, R. (2014, February 2). Jumlah Pemilih Pemilu, Pemuda Kuasa 40 Persen Suara. Pemilu.com. Retrieved from http://www.pemilu.com/berita/2014/02/jumlah-pemilih-pemilu-2014-pemuda-kuasai-40-persen-suara/
Perse, E. M., & Lambe, J. L. (2017). MEDIA EFFECT AND SOCIETY (2nd ed.). New York: Routledge.
Piliang, Y. A. (2009). Sebuah Dunia yang Dilipat: Realitas Kebudayaan Menjelang Milenium Ketiga dan Matinya Postmodernisme. Jakarta: Mizan.
Sabrina, A. (2013, January 21). Pengunduran Hary Tanoe Diikuti Kader Nasdem Lain. Kompas.com. Retrieved from http://nasional.kompas.com/read/2013/01/21/17582882/Pengunduran.Diri.Hary.Tanoe.Diikuti.Kader.Nasdem.Lain
Semetko, H. A., & Scammell, M. (2012). The SAGE Handbook of Political Communication. London: Sage Publilcations Inc.
Septiani, N. (2014). Narsisisme Politik dalam Iklan Capres. Retrieved June 18, 2015, from https://www.kompasiana.com/ninaseptiani/kampanye-iklan-capres-dibiayai-negara_54f98072a3331178178b4ffd
Shimp, T. A., & Andrews, J. C. (2013). Integrated Marketing Communications. Integrated Marketing communications. https://doi.org/10.1300/J057v01n01
Siswanto. (2009). Sujiwo Tejo Tinggalkan Golput Demi JK. Viva.co.id. Retrieved from https://www.viva.co.id/berita/politik/72191-sujiwo-tejo-tinggalkan-golput-demi-jk.
Trisnawati, F. A. (2014). Pengaruh Terpaan Iklan Politik terhadap Tingkat Partisipasi Politik Pemilih Pemula pada Pilpres 2014. Universitas Gunadarma.
Turner, G. (2013). Understanding Celebrity (Second Ed). Queensland: SAGE Publications Ltd.
Wasito, J. R. (2014). Prosiding Konferensi Nasional Sosiologi III, APSSI. In Media Selebritas dan Pencitraan Pemilu. APSSI.
Wheeler, M. (2013). Celebrity politics (1st ed.). Cambridge: Polity Press. https://doi.org/10.1002/9781118541555.wbiepc034.