Analisis Pencairan Atas Penagihan Dengan Surat Teguran dan Surat Paksa Terhadap Penerimaan Pajak Pada KKP Pratama Jakarta Kramat Jati

research
  • 28 Nov
  • 2018

Analisis Pencairan Atas Penagihan Dengan Surat Teguran dan Surat Paksa Terhadap Penerimaan Pajak Pada KKP Pratama Jakarta Kramat Jati

Sumber penerimaan yang berasal dari pajak adalah yang paling berpotensi untuk meningkatkan penerimaan negara setiap tahunnya. Untuk meningkatkan penerimaan pajak tersebut maka diadakan pemungutan pajak. Namun dalam melakukan pemungutan pajak ini pemerintah seringkali menemukan beberapa kendala. Salah satu diantaranya adalah tunggakan pajak. Untuk mengatasi kendala tersebut maka perlu dilakukan tindakan penagihan. Dalam penelitian ini penulis menggunakan analisa kuantitatif dengan menggunakan uji korelasi, determinasi, regresi dan uji hipotesa, yang menjadi variabel bebas dalam penelitian ini yaitu pencairan atas penagihan dengan surat teguran (X1), pencairan atas penagihan dengan surat paksa (X2), dan variabel terikat yaitu penerimaan pajak (Y). Penelitian ini dilakukan di KPP Pratama Jakarta Kramat Jati. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pencairan atas penagihan dengan surat teguran dan surat paksa terhadap penerimaan pajak periode Januari 2012- Desember 2014. Adapun hasil dari penelitian ini adalah bahwa pencairan surat teguran dan surat paksa berpengaruh terhadap penerimaan pajak. Hal ini dapat dilihat dari hasil uji f secara simultan yang menunjukan hasil sebesar 0,000 (<0,05) yang menunjukan ada pengaruh yang signifikan. Besarnya R square hanya sebesar 0,426 yang menunjukan bahwa pencairan atas penagihan dengan surat teguran dan paksa hanya berpengaruh sebesar 0,426% terhadap penerimaan pajak, sedangkan 99,574% dipengaruhi variabel lain. 

 


Unduhan

 

REFERENSI