Dalam pembangunan suatu Negara diperlukan biaya yang cukup besar agar pembangunan tersebut bisa secara menyeluruh baik dari segi pelayanan masyarakat. Salah satunya bersumber dari pajak, tetapi dalam pelaksanaannya menemui beberapa kendala tunggakan pajak. Untuk mengatasinya dilakukan kegiatan penagihan pajak, salah satunya diterbitkannya surat paksa. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan kepustakaan. Metode penyampaian data berbentuk deskriptif kualitatif yaitu penelitian yang tidak didasarkan pada perhitungan statistik yang berbentuk kuantitatif (jumlah), dan disajikan secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan kegiatanpenagihan pajak dengan surat paksa di kantor Pelayanan Pajak Pratama Jakarta Pulo gadung tingkat efektivitasnya kurang efektif karena wajib pajak tidak bisa diajak bekerja sama, kurangnya jumlah sumber daya dalam seksi penagihan pajak. Untuk meningkatkan kesadaran wajib pajakakan kewajiban pajaknya hendaknya dilakukanpenyuluhan agar jumlah surat paksa yang dikeluarkan tiap tahunnya tidak bertambah dan menambah sumber daya dibagian penagihan agar dapat meningkatkan penerimaan pajak tiap tahunnya.
ta_Lembar Konsultasi Asisten Dosen Pembimbing 2.pdf
ta_Lembar Konsultasi Tugas Akhir Dosen Pembimbing 1.pdf
ta_Struktur Organisasi KPP.pdf
ta_Formulir Tunggakan Surat Paksa 1.pdf
ta_Formulir Surat Paksa.pdf
ta_Surat Pernyataan Pesetujuan Publikasi Karya Ilmiah Untuk Kepentingan Akademis.pdf
ta_Lembar Konsultasi Tugas Akhir Dosen Pembimbing 2.pdf
ta_Lembar Konsultasi Tugas Akhir Asisten Dosen Pembingbing 1.pdf
ta_Daftar Gambar.pdf
ta_Formulir Tunggakan Surat Paksa 2.pdf
ta_Surat Pernyataan Keaslian Tugas Akhir.pdf
ta_Hasil Wawancara 2.pdf
ta_Kata Pengantar.pdf
ta_Hasil wawancara 1.pdf
ta_Daftar Pustaka.pdf
ta_Proses Penagihan Aktif.pdf
ta_Persetujuan Dan Pengesahan Tugas Akhir.pdf
ta_Daftar Lampiran.pdf
ta_Surat Keterangan Magang.pdf