PT. Tiki Indonesia atau lebih dikenal dengan nama Tikindo, memulai usaha dengan kegiatan pengiriman barang-barang kargo, sejak tahun 2011 Tikindo memperluas layanannya yaitu dengan menangani pengiriman paket berupa barang atau dokemen. Dalam pengiriman barang atau dokumen Tikindo akan melampirkan connote (Surat jalan atas barang kiriman). Untuk menghindari terjadinya tindak kecurangan maka perlu dilakukan pengendalian intern atas connote tersebut. Untuk memperolah data yang diperlukan maka penulis menggunakan metode pengumpulan data berupa wawancara, observasi dan studi dokumentasi dengan metode analisisnya adalah analisis kualitatif yaitu analisis data tanpa menggunakan analisis statistik. Dari hasil penelitian diketahui bahwa pengendalian intern atas persediaan barang pada PT. Tiki Indonesia (TIKINDO) sudah cukup efektif dimana adanya pemisahan antara fungsifungsi terkait dengan penerimaan dan pengeluaran barang. Pemantauan terhadap persediaan barang dagang juga dilakukan secara periodik oleh bagian logistik melalui kegiatan stok opname. Adapun kekurangan dari hasil penelitian diketahui bahwa sistem pengendalian intern atas persediaan barang pada PT. Tiki Indonesia masih memiliki kelemahan-kelemahan seperti, belum memiliki fungsi internal auditor, yaitu bagian khusus yang secara independen melakukan pemeriksaan dan penilaian terhadap pelaksanaan prosedur dan pencatatan yang ada dalam perusahaan, selama ini peran dan fungsi tersebut telah dirangkap oleh bagian keuangan dan administrasi, yang pada dasarnya bertentangan dengan prinsip pengendalian intern yang baik.
TA FAUZIAH ELIS