Saat ini, ada banyak perusahaan besar di dunia bergabung menjadi satu perusahaan baik melalui akuisisi atau merger untuk memperkuat daya saing dengan perusahaan lain. Ada banyak contoh perusahaan raksasa yang mengakuisisi perusahaan lain, seperti baru-baru ini perusahaan Alibaba Group Holding Ltd. mengakuisisi mayoritas Lazada Group. Ada banyak minat perusahaan bergabung dengan perusahaan lain. Salah satunya adalah agar perusahaan bergerak maju dan menghindari likuidasi. Likuidasi adalah keadaan di mana aliansi dibubarkan dengan menyelesaikan kewajiban kepada kreditur dan membagi aset yang tersisa kepada pemilik. Tujuan utama dari likuidasi adalah untuk melakukan pemeliharaan dan pembebasan atas real kebangkrutan. Salah satu kondisi yang mendasarinya adalah kebangkrutan likuidasi sekutu. Proses likuidasi terdiri dari dua tahap: proses mengubah kekayaan yang ada menjadi uang tunai, yang disebut proses realisasi dan proses pembayaran utang kepada kreditor dan pembayaran kembali modal kepada anggota lain dari proses yang disebut likuidasi. Pada tahap ini yang harus dilakukan adalah mendaftar dan akumulasi kekayaan dan utang perusahaan, diumumkan di surat kabar dan Lembaran Negara Republik Indonesia mengenai rencana distribusi hasil likuidasi, untuk melakukan pembayaran kepada kreditor, dan membayar sisa dari hasil likuidasi kepada pemegang saham.
Arifin. 2002. Pokok-Pokok Akuntansi Lanjutan. Liberty. Yogyakarta.
Anisah, Siti. 2009. Studi Komparasi Terhadap Perlindungan Kepentingan Kreditur dan Debitur Dalam Hukum Kepailitan. Jurnal Hukum. Universitas Islam Indonesia. Volume 16 no Edisi khusus hal 30-50
Beams, Floyds S dan Jusuf, Amir Abadi. 2000. Akuntansi Keuangan Lanjutan di. Indonesia, Jilid 2, Salemba Empat, Jakarta.
Drebin, Allan R. 2003. Advanced Accounting (Akuntansi Keuangan Lanjuatan). Erlangga. Jakarta
Fuady, Munir. 2008. Pengantar Hukum Bisnis. PT Citra Aditya Bakti. Bandung
Purwadi, Ari. 2011. Penerapan Ketentuan Kepailitan Pada Bank Yang Bermasalah. Jurnal Perspektif. Universitas Wijaya Kusuma. Volume XVI no 3 hal 128-139
Simons, Harry. 2001. Advanced Accounting diterjemahkan oleh Kartini R.A.F dan R.A Fadly Bangkalany. Rineka Cipta, Jakarta
Sitanggang, Jorminal. 2013. Kepailitan pada Perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Studi Kasus PT. Istaka Karya (Persero). Jurnal RAT. Universitas Islam Riau. Volume 2 no 1 hal 207-216
Suparwoto. 2002. Akuntansi Keuangan Lanjutan. BPFE. Yogyakarta.
Sumantri dan Teddy Jurnali. 2010. Manfaat Rasio Keuangan dalam Memprediksi Kepailitan Bank Nasional. Jurnal Bisnis dan Akuntansi. Universitas Internasional Batam. Volume 12 no 1 hal 39-52
Undang-Undang No 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas
Yunus, Hadori. 2009. Akuntansi Keuangan Lanjutan. BPFE-Yogyakarta. Yogyakarta