Representasi Nilai Ketidakadilan Dalam Cerita Wisanggeni Membo Braholo Ngobrak Abrik Khayangan

research
  • 11 Nov
  • 2025

Representasi Nilai Ketidakadilan Dalam Cerita Wisanggeni Membo Braholo Ngobrak Abrik Khayangan

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi nilai ketidakadilan yang muncul dalam konflik tokoh Wisanggeni menggunakan pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce. Wayang kulit sebagai salah satu bentuk seni tradisional Jawa tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media komunikasi budaya yang sarat dengan nilai moral, kritik sosial, dan refleksi terhadap kehidupan masyarakat. Dalam pertunjukan “Wisanggeni Membo Braholo Ngobrak Abrik Khayangan” yang dibawakan oleh Ki Mpp Bayu Aji, tokoh Wisanggeni digambarkan sebagai simbol perlawanan terhadap kekuasaan yang lalim dan tidak adil. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan dokumentasi. Analisis dilakukan berdasarkan teori semiotika Peirce yang meliputi tiga jenis tanda, yaitu ikon, indeks, dan simbol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai ketidakadilan direpresentasikan melalui ikon berupa visualisasi tokoh Wisanggeni dan adegan pertarungan yang melambangkan keberanian melawan tirani, indeks yang memperlihatkan hubungan sebab-akibat antara tindakan para dewa terhadap Wisanggeni sebagai bentuk penindasan, serta simbol yang merepresentasikan Wisanggeni sebagai suara rakyat tertindas yang memperjuangkan kebenaran dan keadilan. Melalui pertunjukan ini, wayang kulit terbukti tidak hanya berperan sebagai hiburan tradisional, tetapi juga sebagai media kritik sosial yang efektif dalam menyuarakan ketimpangan dan menegaskan pentingnya nilai keadilan yang relevan dengan kondisi sosial masyarakat modern.

Kata Kunci : Wayang Kulit, Wisanggeni, Ketidakadilan, Semiotika Charles Sanders Peirce, Representasi.

 

Unduhan

 

  • COVER.pdf

    Cover

    •   diunduh 16x | Ukuran 114,988
  • Keabsahan Data Rizky.pdf

    Bukti Riset

    •   diunduh 16x | Ukuran 207,350

REFERENSI

Alamsyah, F. F. (2020). Representasi, Ideologi dan Rekonstruksi Media (Vol. 3, Issue 2).

Aryani, S., & Yuwita, M. R. (2023). Analisis Semiotika Charles Sanders Peirce Pada Simbol Rambu Lalu Lintas Dead End. Mahadaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Budaya, 3(1), 65–72. https://doi.org/10.34010/mhd.v3i1.7886

Bakar, A. L. A. (2006). Aplikasi Teori Semiotika Dalam Seni Pertunjukan. Etnomusikologi, 2(1), 45–51.

Bela, S., & Putri, R. (2023). Analisis semiotika syair tembang macapat asmarandana pada moment pernikahan adat jawa tengah.

Beno, J., Silen, A. P., & Yanti, M. (2022a). KAJIAN STRUKTUR DRAMATIK LAKON WISANGGENI KRAMA SAJIAN KI TIMBUL HADIPRAYITNO. Braz Dent J., 33(1), 1–12.

Beno, J., Silen, A. P., & Yanti, M. (2022b). KAJIAN STRUKTUR DRAMATIK LAKON WISANGGENI KRAMA SAJIAN KI TIMBUL HADIPRAYITNO. Braz Dent J., 33(1), 1–12.

Blareq, Y. K. G., & Metodius, F. O. V. (2023). Menyoal Kasus Pelecehan Seksual Terhadap Santriwati Di Bandung. JURNAL ILMIAH FALSAFAH: Jurnal Kajian Filsafat, Teologi Dan Humaniora, 8(2), 33–41. https://doi.org/10.37567/jif.v8i2.1194

Kartika, E. W., & Supena, A. (2024). Analisis Semiotika Charles Sanders Peirce Dalam Novel “Pasung Jiwa” Karya Okky Madasari. Pena Literasi, 7(1), 94. https://doi.org/10.24853/pl.7.1.94-101

Madura, U. T., & Inda, P. T. (2025). REPRESENTASI BUDAYA LOKAL SAMPANG UNTUK AUDIENS GLOBAL : ANALISIS PROMOSI LINTAS BUDAYA DI REPRESENTASI BUDAYA LOKAL SAMPANG UNTUK AUDIENS GLOBAL : ANALISIS PROMOSI LINTAS BUDAYA DI. 3(5).

Qomaruddin, Q., & Sa’diyah, H. (2024). Kajian Teoritis tentang Teknik Analisis Data dalam Penelitian Kualitatif: Perspektif Spradley, Miles dan Huberman. Journal of Management, Accounting, and Administration, 1(2), 77–84. https://doi.org/10.52620/jomaa.v1i2.93

Rizcha    Indah    Mustamilinda. (2023). 24-DasSollen0201-+549. Ketidakadilan  Hukum  Bagi  Masyarakat  Miskin Dihubungkan  dengan  Teori  Keadilan  Menurut Aristoteles Dan Thomas Aquinas, 1–25. https://journal.forikami.com/index.php/dassollen/article/view/549/283

Saleha, *, & Yuwita, M. R. (2023). Saleha & MR Yuwita ANALISIS SEMIOTIKA CHARLES SANDERS PEIRCE PADA SIMBOL RAMBU LALU LINTAS DEAD END. file:///C:/Users/USER/Downloads/mrayhan,+7.+Saleha+&+Mia%20(2).pdf

Udayana, K., & Aryanto, H. (2022a). SHADOW PLAY BOOK : Pengenalan Wayang Kulit Melalui Rancangan Buku Ilustrasi Wayang Kancil. Jurnal Barik, 3(3), 74–88.

Udayana, K., & Aryanto, H. (2022b). SHADOW PLAY BOOK : Pengenalan Wayang Kulit Melalui Rancangan Buku Ilustrasi Wayang Kancil. Jurnal Barik, 3(3), 74–88.

Bayu Aji, K. M. (2024, Desember 28). Wisanggeni Membo Braholo Ngobrak abrik khayangan Dalang Ki Mpp Bayu Aji. Retrieved from AMS: https://youtu.be/3NE1Zdwo53Y?si=PMK7988oQH4F1YiR

Nugroho, K. S. (2020, Mei 22). Wisanggeni Njotosi Dewo, Ngobrak Abrik Kayangan. Retrieved from GeaGeo: https://youtu.be/-D0HwJja180?si=ixD4N_UoGaGt48Al