Perkembangan media digital telah membentuk kembali representasi peran keluarga, termasuk sosok ayah. Salah satu representasi tersebut dapat ditemukan dalam serial Adolescence yang tayang di Netflix. Serial ini menyoroti dinamika hubungan antara Eddie Miller dan putranya, Jamie, dalam konteks tekanan sosial dan krisis identitas remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana peran ayah direpresentasikan melalui karakter Eddie Miller menggunakan teori semiotika John Fiske. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan metode analisis teks media melalui tiga level kode: realitas, representasi, dan ideologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Eddie Miller digambarkan sebagai figur ayah yang emosional, rapuh, namun berusaha hadir secara aktif dalam pengasuhan anaknya. Pada level realitas, karakter Eddie dibentuk melalui gestur, ekspresi, dan cara berbicara. Pada level representasi, teknik sinematografi memperkuat konflik emosional antara ayah dan anak. Pada level ideologi, serial ini mengkritisi peran ayah yang seringkali terpinggirkan dalam media, serta menyoroti pentingnya keterlibatan emosional orang tua dalam perkembangan anak di era digital. Penelitian ini mengungkap makna sosial yang kompleks tentang figur ayah modern melalui narasi visual dan simbolik.
JURNAL ILMIAH CARENINA PINKAN
Asfari, Hafan. 2022. “Peran Yang Terlupakan: Pengasuhan Ayah Pada Keluarga Dengan Anak Berkebutuhan Khusus Di Indonesia.” Psyche 165 Journal 9623:1–6. doi: 10.35134/jpsy165.v15i1.140.
Berger, Arthur Asa. 2010. Pengantar Semiotika: Tanda-Tanda Dalam Kebudayaan Kontemporer. Penerjemah. M. Dwi Marianto. Peny. Muhammad Yahya. Yogyakarta: Tiara Wacana.
Doyle, Terrence. 2025. “Adolescence Continues Ascent, Now at No. 3 on Most Popular TV List.” Tudum by Netflix. https://www.netflix.com/tudum/articles/top-10-april-7-2025.
Fadlillah, M., and Syifa Fauziah. 2022. “Analysis of Diana Baumrind’s Parenting Style on Early Childhood Development.” AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan 14(2):2127–34. doi: 10.35445/alishlah.v14i2.487.
Fiske, John. 1987. Television Culture. London and New York: Routledge. https://books.google.co.id/books?id=L2GIAgAAQBAJ&printsec=copyright#v=onepage&q&f=false.
Fiske, John. 1990. Introduction To Communication Studies. (New York: Routledge). http://ndl.ethernet.edu.et/bitstream/123456789/54388/1/34pdf.pdf
Fiske, John. 2004. Cultural and Communication Studies Sebuah Pengantar Paling Komprehensif. Yosal Iriantara & Idi Subandy Ibrahim, Trans. Yogyakarta: Jalasutra. (Original work published 2nd ed., Routledge).
Fiske, John. 2016. Pengantar Ilmu Komunikasi John Fiske - Edisi Ketiga. Penerj. Hapsari Dwiningtyas. Jakarta: Rajawali Pers.
Hall, Stuart. 1997. “Cultural Representations.” A Cultural History of Hair in the Modern Age 163–80. doi: 10.5040/9781474206013.0012.
Hamidoyo, Rebecca, and Safitri Riyanti. 2022. “Aktivitas Foto Jurnalistik Di Harian Disway.” Aktivitas Foto Jurnalistik Di Harian Disway 33(1):1–12.
Hogan, Michael. 2025. “From the Police to the Prime Minister: How Adolescence Is Making Britain Face up to Toxic Masculinity.” The Guardian. Retrieved (https://www.theguardian.com/tv-and-radio/2025/mar/22/netflix-from-the-police-to-the-prime-minister-how-adolescence-is-making-britain-face-up-to-toxic-masculinity).
Ragita, Syafira Putri, and Nur Ainy Fardana N. 2021. “Pengaruh Keterlibatan Ayah Dalam Pengasuhan Terhadap Kematangan Emosi Pada Remaja.” Buletin Riset Psikologi Dan Kesehatan Mental (BRPKM) 1(1):417–24. doi: 10.20473/brpkm.v1i1.24951.
Rauf, Muhammad, and Alif Resdati. 2025. “Peran Ayah Dalam Menjalankan Fungsi Keluarga Di Dinas Perhubungan Kota Dumai.” 3(1):599–608.
Ritzer, George. 2014. Sosiologi: Ilmu Pengetahuan Berparadigma Ganda. (Aliamandan, Penerj). Jakarta: Rajawali Pers.
Sugiyono. 2019. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D. Bandung:Alfabeta
Sumarno, Marseli, Dkk. 2017. “Apresiasi Film.” Repositori Kemendikbud 5(3):6–10.
Utama, Roman, Stepanus Bo’do, and Geraldy Lumanauw. 2023. “Representasi Anak Dalam Film Garapan Sineas Lokal Kota Palu (Analisis Semiotika Pada Film Halaman Belakang Dan Film Gula & Pasir).” Kinesik 10(1):62–81.